i dedicate this song to someone who about halfway to somewhere, hope the wind blows her to her destination....
Someone said life is for the taking
Here I am with my hand out waiting for a ride
I've been living on my great expectations
What good is it when I'm stranded here
And the world just passess by
Where are the signs to help me get out of this place
If I should stumble on my moment in time,
How will I know
If the story's written on my face, does it show
Am I strong enough to walk on water
Smart enough to come in out of the rain
Or am I a fool going where the wind blows
Here I sit halfway to somewhere
Thinking about what's in front of me and
what I left behind
On my own, supposed to be so easy
Is this what I've been after
Or have I lost my mind
Maybe this is my chance coming to take me away
If I should stumble on my moment in time,
How will I know
If the story's written on my face, does it show
Am I strong enough to walk on water
Smart enough to come in out of the rain
Or am I a fool going where the wind blows
Here I am walking naked through the world
Taking up space, society's child
Make room for me, make room for me,
make room for me
Am I strong enough to walk on water
Smart enough to come in out of the rain
Or am I a fool
Going where the wind blows
Going where the wind blows
Going where the wind blows
Going where the wind blows
Thursday, December 24, 2009
Monday, August 17, 2009
is it all about me
is it all about me when you said i have no idea what you did for me
is it all about me when you said my explanation just an excuse
is it all about me when you said i was lucky to know you
is it all about me when you said you didn't mean to tell me what is right or wrong - but you were mad when I'm telling what i thought about right and wrong...
i just had enough to hear your theory about perfect life,
in fact its all about you, you and you. this is the right way, this is the good thing, this is the best choice
you said communication build by two ways 'feed and back' was it feedback when all my theory just freakin out weird. for you i am weird, i am complicated i am talk too much, nothing is rite from me.
God... does anyone understand me?
is it all about me when you said my explanation just an excuse
is it all about me when you said i was lucky to know you
is it all about me when you said you didn't mean to tell me what is right or wrong - but you were mad when I'm telling what i thought about right and wrong...
i just had enough to hear your theory about perfect life,
in fact its all about you, you and you. this is the right way, this is the good thing, this is the best choice
you said communication build by two ways 'feed and back' was it feedback when all my theory just freakin out weird. for you i am weird, i am complicated i am talk too much, nothing is rite from me.
God... does anyone understand me?
Friday, August 7, 2009
Bismillah
Hari ini saya melihat surat diatas meja tamu ibu saya. Dari sampulnya saya menebak itu surat yang sama seperti yang saya terima sebelumnya. Surat yang bisa membuat saya sedih dan gelisah. Diam-diam saya ambil surat itu saya bawa masuk ke mobil tanpa membukanya. Kemudian saya pulang ke rumah. Sepanjang jalan saya gelisah, dan dalam kegelisahan saya cahaya Allah masuk kedalam sanubari hati saya yang paling dalam. Selama ini saya merasa sudah menyia-yiakan waktu dan kesempatan. Merusak segala hal yang baik yang pernah saya bangun. Saya diingatkan pada masa-masa sulit saya, ketika saya harus menangis, berusaha dan berdoa untuk mendapatkan cita-cita saya. Dan ketika saya ditempatkan dalam posisi yang mudah, saya terlena. Saya berhenti bekerja keras, saya lupa berdoa, dan saya menggampangkan semua urusan. Saya menjadi tidak bertanggungjawab atas diri dan hidup saya sendiri.
Mohon ampun atas segala dosa, saya bersyukur ternyata saya masih diberi satu kali lagi kesempatan. Kesempatan terakhir yang tidak akan pernah saya dapatkan lagi. Semoga kali ini saya diberi kesempatan dan kekuatan untuk mengakhiri apa yang sudah saya mulai. Bismillah.
Mohon ampun atas segala dosa, saya bersyukur ternyata saya masih diberi satu kali lagi kesempatan. Kesempatan terakhir yang tidak akan pernah saya dapatkan lagi. Semoga kali ini saya diberi kesempatan dan kekuatan untuk mengakhiri apa yang sudah saya mulai. Bismillah.
Thursday, July 9, 2009
belajar masak
haiya... ketika hasrat naik gunung harus dipendem dalem2, akhirnya gw melampiaskan dengan belajar masak. puas siy waktu dapet pujian dari sana sini (notabene karena orang2 underestimate gw bisa masak). nih gw share resepnya. cuman klo gw resepnya gw modify dengan nambahin mayones.. dijamin yummy....
Wednesday, April 1, 2009
It is the eternal struggle between these two principles - right and wrong. They are the two principles that have stood face to face from the beginning of time and will ever continue to struggle. It is the same spirit that says, "You work and toil and earn bread, and I'll eat it."”(Abraham Lincoln 1809-1865)
Saturday, March 28, 2009
friday morning i've never found...
what a long walk i've been through last friday morning, i dunno why suddenly Ciluar become jalan Sudirman because of heavy traffic and the bus i rode was not move for an inch in 20 minutes. sigh...i hate if i have to late.. again. so i decided to get off from the bus and planning to get ojek but none of ojek i found on my walk, and again i force my legs to walk for about 5 kilometers... at least to the end of the road where the traffic was less heavy. pffiuh that was the longest walk i've ever been through for these last 12 years.
tetangga oh tetangga
pepatah bijak mengatakan saudara terdekat adalah tetangga, yup ga salah pepatah bijak memang bijak, tinggal di kompleks perumahan yang rumahnya himpit-himpitan tetangga memang saudara terdekat yang paling baik, saudara untuk menitipkan anak (atleast nitip ditengokin incase digalakin ma mbaknya :p), saudara tempat meminta tolong, berbagi makanan dll, dll. Seperti saya, ada beberapa tetangga yang memang seperti saudara dekat. kami sering saling menitipkan anak , nitip kunci, minta cabe, pinjem kursi, bergosip ato sekadar ngebaso or nonton bareng. Dan anehnya suami saya juga bersahabat dengan suami - suami "saudara-saudara" dekat saya itu, bahkan pembantu - pembantu kami juga! Aneh tapi lucu juga kalo dipikir-pikir. Mungkin karena kompleks perumahan kami yang agak terisolir dan midle of nowhere persahabatan dengan tetangga menjadi hubungan mutual yang menyenangkan. Suami-suami kami bahkan punya ritual rutin setiap malam minggu untuk sekedar nongkrong, bahkan kadang-kadang barbeque dadakan.
Tapi yah yang namanya hidup bertetangga dengan berbagai macam suku bangsa, budaya, adat istiadat, konflik memang sering muncul, biasanya konflik-konflik timbul kalo urusannya udah mengenai RT, disitu kita bisa lihat betapa manusia bisa bermacam-macam. ada yang tulus, ada yang hypocrate, ada yang baik ada yang nyebelin, tapi menurut hemat saya yang lagi belajar jadi dewasa mungkin ini yang dinamakan dinamika kehidupan, dulu waktu masih single dan tinggal di rumah orangtua mana mau tau saya sama urusan tetek bengek RT ato tetangga sekitar, yang saya tau cuma sekolah - kamar, kampus-kamar, dan kantor - kamar.
Konflik lain yang mungkin muncul didalam kompleks perumahan yang dinding saling berimpitan yaitu masalah renovasi rumah, kalo salah seorang warga merenovasi rumah tetangga kanan-kiri biasanya yang jadi korban, entah rumahnya jadi bocor ato dinding jadi retak. tapi ada satu tetangga yang saya appreciate waktu dia sedang merenovasi rumahnya, sepanjang rumahnya masi direnovasi, dia selalu menjambangi tetangga kanan kirinya meminta maaf atas segala kerugian yang ditimbulkan (termasuk polusi udara & suara) sambil meminta tetangga kanan kirinya untuk ga segan-segan minta diperbaiki rumahnya kalo-kalo renovasi merusak rumah mereka. Baik ya...
itu contoh tetangga yang baik, tapi seperti saya bilang manusia ga seragam, selalu ada paradoksnya, kebetulan saya pernah mengalami masalah ini dengan salah satu tetangga, ga maksud ngomongin tapi hanya ingin mengingatkan incase dia lupa, kalo kami sangat terganggu dengan aktivitas renovasinya - memang dia pernah meminta ijin waktu akan memulai renovasi, awalnya kami ga menyangka kalo aktivitasnya itu akan menimbulkan kerugian banyak terhadap kami, apalagi kami punya anak bayi yang masih banyak membutuhkan waktu istirahat yang banyak. aktivitas renovasi rumahnya ternyata menimbulkan suara-suara yang lumayan berisik yang ternyata mengganggu istirahat anak saya, tapi ya namanya sama tetangga, lagipula yang menimbulkan berisik kan bukan dia tapi para tukang yang sedang bekerja, saya berusaha untuk legowo dengan menidurkan anak saya di ruang tengah yang ga terlalu berisik. tapi ada satu hal yang bikin tanduk dan ekor saya keluar (lucifer mod on) ketika ternyata renovasinya juga membuat rumah kita jadi bocor. Suami saya baik-baik bilang sama mereka kalo rumah kami bocor akibat renovasi tapi respon yang kami terima ya itu tadi bikin tanduk dan ekor saya keluar, mereka mengelak kalo kebocoran rumah kami diakibatkan oleh aktivitas mereka, mereka malah balik menyudutkan bahwa kami pernah membuat rumah mereka juga bocor karena aktivitas kami memasang telepon.
Ya saya gusar sekali saat itu, apa hubungannya masang telepon sama bocor rumah tetangga kami secara pasang telepon kan ga naik-naik genting, cuma nyeplosin kabel di lubang angin kami selesai... yah seperti saya bilang saya ini kan baru belajar dewasa, adakalanya hal-hal mengesalkan bisa bikin emosi saya naik dua level, dan saya tipe-tipe manusia pendendam (kata suami saya) yang mata harus dibayar mata, nyawa dibayar nyawa (duh serem amat analoginya li) - adakalanya emosi manusia saya menyuruh saya untuk mendamprat tetangga itu, tapi sekali lagi ternyata saya masi waras untuk melakukan tindakan intelektualitas manusia yang terendah itu (baca ngelabrak tetangga) - meski tetap mengelus dada kenapa saya yang dirugikan koq dia yang nyolot... udah ah piss ya tetangga,... tetangga oh tetangga, kepala sama hitam, tapi isinya sapa yang tau... namanya juga tinggal di kompleks KPR harus beli sabar banyak-banyak.
Tapi yah yang namanya hidup bertetangga dengan berbagai macam suku bangsa, budaya, adat istiadat, konflik memang sering muncul, biasanya konflik-konflik timbul kalo urusannya udah mengenai RT, disitu kita bisa lihat betapa manusia bisa bermacam-macam. ada yang tulus, ada yang hypocrate, ada yang baik ada yang nyebelin, tapi menurut hemat saya yang lagi belajar jadi dewasa mungkin ini yang dinamakan dinamika kehidupan, dulu waktu masih single dan tinggal di rumah orangtua mana mau tau saya sama urusan tetek bengek RT ato tetangga sekitar, yang saya tau cuma sekolah - kamar, kampus-kamar, dan kantor - kamar.
Konflik lain yang mungkin muncul didalam kompleks perumahan yang dinding saling berimpitan yaitu masalah renovasi rumah, kalo salah seorang warga merenovasi rumah tetangga kanan-kiri biasanya yang jadi korban, entah rumahnya jadi bocor ato dinding jadi retak. tapi ada satu tetangga yang saya appreciate waktu dia sedang merenovasi rumahnya, sepanjang rumahnya masi direnovasi, dia selalu menjambangi tetangga kanan kirinya meminta maaf atas segala kerugian yang ditimbulkan (termasuk polusi udara & suara) sambil meminta tetangga kanan kirinya untuk ga segan-segan minta diperbaiki rumahnya kalo-kalo renovasi merusak rumah mereka. Baik ya...
itu contoh tetangga yang baik, tapi seperti saya bilang manusia ga seragam, selalu ada paradoksnya, kebetulan saya pernah mengalami masalah ini dengan salah satu tetangga, ga maksud ngomongin tapi hanya ingin mengingatkan incase dia lupa, kalo kami sangat terganggu dengan aktivitas renovasinya - memang dia pernah meminta ijin waktu akan memulai renovasi, awalnya kami ga menyangka kalo aktivitasnya itu akan menimbulkan kerugian banyak terhadap kami, apalagi kami punya anak bayi yang masih banyak membutuhkan waktu istirahat yang banyak. aktivitas renovasi rumahnya ternyata menimbulkan suara-suara yang lumayan berisik yang ternyata mengganggu istirahat anak saya, tapi ya namanya sama tetangga, lagipula yang menimbulkan berisik kan bukan dia tapi para tukang yang sedang bekerja, saya berusaha untuk legowo dengan menidurkan anak saya di ruang tengah yang ga terlalu berisik. tapi ada satu hal yang bikin tanduk dan ekor saya keluar (lucifer mod on) ketika ternyata renovasinya juga membuat rumah kita jadi bocor. Suami saya baik-baik bilang sama mereka kalo rumah kami bocor akibat renovasi tapi respon yang kami terima ya itu tadi bikin tanduk dan ekor saya keluar, mereka mengelak kalo kebocoran rumah kami diakibatkan oleh aktivitas mereka, mereka malah balik menyudutkan bahwa kami pernah membuat rumah mereka juga bocor karena aktivitas kami memasang telepon.
Ya saya gusar sekali saat itu, apa hubungannya masang telepon sama bocor rumah tetangga kami secara pasang telepon kan ga naik-naik genting, cuma nyeplosin kabel di lubang angin kami selesai... yah seperti saya bilang saya ini kan baru belajar dewasa, adakalanya hal-hal mengesalkan bisa bikin emosi saya naik dua level, dan saya tipe-tipe manusia pendendam (kata suami saya) yang mata harus dibayar mata, nyawa dibayar nyawa (duh serem amat analoginya li) - adakalanya emosi manusia saya menyuruh saya untuk mendamprat tetangga itu, tapi sekali lagi ternyata saya masi waras untuk melakukan tindakan intelektualitas manusia yang terendah itu (baca ngelabrak tetangga) - meski tetap mengelus dada kenapa saya yang dirugikan koq dia yang nyolot... udah ah piss ya tetangga,... tetangga oh tetangga, kepala sama hitam, tapi isinya sapa yang tau... namanya juga tinggal di kompleks KPR harus beli sabar banyak-banyak.
Subscribe to:
Posts (Atom)